Senin, 07 April 2014

Keseimbangan Buana Agung dan Buana Alit


JEMBRANA - Hari minggu tanggal 9 maret 2014 diadakan pertemuan tokoh spiritual Bali yang tergabung dalam “KELOMPOK PENEKUN SPIRITUAL BALI” bertempat di “PASRAMAN SASTRA KENCANA”, PERGURUAN WAHYU SIWA MUKTI di Br.Tegak Gede, Desa Yeh Embang Kangin kec. Mendoyo kabupaten Jembrana membahas prihal acara “KARYA AGUNG NGANTEG JAGAT 108 GENTA” Yang di hadiri semua panitia yang ada di seluruh kabupaten Bali.
       Menurut ketua panitia “KARYA AGUNG NGANTEG JAGAT 108 BAJRA” dan sekaligus ketua KELOMPOK PENEKUN SPIRITUAL BALI, I Dewa Ketut Puja Suradnya mengatakan Upacara NGANTEG JAGAT 108 BAJRA adalah suatu upacara ritual yang dilaksanakan oleh 108 Pendeta/Sulinggih dengan menguncarkan bajra secara bersamaan di suatu tempat yang telah ditentukan. Tujuan dari karya agung ngenteg jagat 108 Bajra adalah untuk memohon keselamatan jagat atau kerahajengan jagat. Semoga dengan kegiatan ini seluruh umat manusia didunia mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan lahir, bathin, terhindar dari segala musibah dan marabahaya. Dan diyakini dengan penguncaran 108 Bajra yang di laksanakan oleh para pendeta / Sulinggih secara bersamaan dengan niat yang suci akan mampu memancarkan cahaya yang putih bersih dengan vibrasi suci yang terbesar ke seluruh dunia yang mampu member dampak positif bagi kehidupan. Secara khusus, oleh karena tempat pelaksanaannya nanti Pulau Bali akan bercahaya. Dari cahaya itu akan menjadikan Pulau Bali sebagai mercusuar dunia dalam sebuah peradaban baru yang lebih sempurna yang secara nyata manfaat positifnya dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia. 

 Menurut Sesepuh Perguruan “Wahyu Siwa Mukti”, pasraman sastra kencana I Wayan Budiarsa dan juga sebagai pencetus dari Upacara agung nganteg jagat 108 Genta, mengatakan ; makna dari 108 ini adalah penyatuan dari Bhuana Agung & Bhuana alit diambil dari Pengider Nawa Sanga karna masing –masing tempat ada uripnya. Ini upacara yg tidak ada duanya merupakan kebanggaan sebagai umat Hindu khususnya yg bisa menghadirkan para pemuka agama atau para sulinggih yang mencapai 108 secara agama yg diakui dan secara agama juga di proses, angka seratus delapan harus ajeg dibali karna konsep Hindunya harus seperti itu dari umat hindu mengenal urip,angka 108 datangnya dari urip 999 yg tertinggi tidak ada lagi lebih dari itu, 99+9 itu datangnya dari penyatuan Bhuana Alit & Bhuana Agung dan filosofinya ngenteg jagat 999 menyebabkan timbulnya cakra maka Hindu mengenal bumi langit dan cakrawala harus seimbang. Dala, prerencanaan Karya Agung Nganteg Jagat 108 Bajra akan di laksanakan di Pura Puncak Luhur Gunung Kutul Desa. Puncak Sari, Kecamatan BusungBiu Kabupaten Buleleng ( Bali Barat) Sesuai petunjuk atau wahyu yang di terima dari pura tersebut karna konon diberitakan di pura itulah pusat atau pancer bumi.
     Dan ketua panitia minta dukungan agar acara ini bisa terlaksana sesuai tujuan dan sumbangsihnya kepada semua element masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia pada umumnya.dan menyusul 5 sulinggih dari benoa eropa akan siap dalam karya Ngateg Jagat 108 Bajra tersebut. ***

2 komentar:

  1. Bolehkah saya tahu silsilah Pura Puncak Luhur Gunung Kutul

    BalasHapus
  2. Om Swastyastu,
    Sebagai sesama penekun spiritual, saya berharap agar panitia berhati-hati memaknai pewisik sebagai dasar berupacara. Pewisik sangat pribadi dan sebaiknya tidak perlu publikasi luas. Kalaupun meyakini kebenaran pewisik maka dalam pelaksanakannya harus dilandasi rasa tulus ikhlas. Jika tidak justru dapat menjerumuskan diri sendiri. Mohon maaf, saya tidak bermaksud untuk menggurui.
    Om Santih Santih Santih Om,
    Salam,
    Nyoman Sugiartha,
    Perum. Tegal Jaya Permai I/28 Dalung

    BalasHapus